Manajemen strategi & kapabilitas bisnisSharing Center

Manajemen Strategis (Strategic Management)

Kali ini kita akan membahas mengenai salah satu elemen penting yang dapat menunjang kesuksesan suatu perusahaan, yaitu manajemen strategis. Apa itu manajemen strategis (strategic management)?

Dalam suatu perusahaan diperlukan suatu manajemen strategis yang berguna untuk menghadapi persaingan di dunia industri. Manajemen strategis digunakan dalam mengatur strategi yang tepat untuk dijalankan oleh perusahaan agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi persaingan dalam dunia industri. Manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Manajemen strategis meliputi analisis lingkungan, perumusan strategi, evaluasi, dan pengendalian. (Wheelen dan Hunger, 1996, p. 53).

Adapun beberapa manfaat yang diperoleh perusahaan jika menerapkan manajemen strategis (Wahyudi, 1996, p. 19), yaitu:

  1. Memberikan arah jangka panjang yang akan dituju.
  2. Membantu organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi.
  3. Membuat organisasi menjadi lebih efektif.
  4. Mengidentifikasi keunggulan komparatif suatu organisasi dalam lingkungan yang semakin berisiko.
  5. Aktivitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan untuk mencegah munculnya masalah di masa datang.
  6. Keterlibatan karyawan dalam pembuatan strategi akan lebih memotivasi mereka pada tahap pelaksanaannya.
  7. Aktivitas yang tumpang tindih akan dikurangi.
  8. Keengganan untuk berubah dari karyawan lama dapat dikurangi.

I.    Tingkatan Strategi

Pada umumnya, dalam penerapan manajemen strategik suatu perusahaan memiliki tiga tingkatan strategi utama antara lain strategi korporasi, strategi unit bisnis, dan strategi fungsional (Wheelen dan Hunger, 2008, p.15). Berikut merupakan hierarki tingkatan strategi sebagai berikut:

I.1.   Strategi Korporasi

Strategi Korporasi merupakan strategi yang mencakup seluruh ruang lingkup perusahaan terutama dalam menentukan tujuan dan sasaran perusahaan. Strategi ini juga menentukan arah yang akan dituju oleh perusahaan dan peran setiap unit bisnis dalam perusahaan untuk mencapai arah tersebut. Ada dua hal penting yang harus dilakukan pada strategi di tingkat korporasi yaitu menetapkan visi dan misi perusahaan dan menentukan tujuan perusahaan.

I.2.   Strategi Unit Bisnis

Strategi Unit Bisnis merupakan strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan dari setiap unit bisnis seperti unit bisnis layanan, produk, divisi, dan anak perusahaan. Strategi ini dijalankan oleh masing-masing unit bisnis namun harus bersinergi dan mendukung strategi korporasi yang telah ditetapkan. Strategi Unit Bisnis ini bertujuan untuk melihat unit bisnis yang unggul dan yang perlu ditingkatkan, sehingga dapat membantu perusahaan dalam mempertimbangkan pengalokasian biaya dan sumber daya untuk pencapaian strategi korporasi.

I.3.   Strategi Fungsional

Strategi Fungsional merupakan strategi yang disusun secara spesifik pada area fungsional tertentu untuk mendukung strategi unit bisnis. Area fungsional meliputi departemen-departemen yang berada di unit bisnis seperti pemasaran, produksi, keuangan, IT (Information Technology), R&D (Research & Development), dan SDM (sumber daya manusia). Strategi Fungsional ini dihasilkan dan dievaluasi oleh kepala departemen dan setiap individu dapat membantu memastikan bahwa departemen menjalankan elemen strategis yang telah ditetapkan guna mendukung strategi di tingkat unit bisnis maupun di tingkat korporasi.

  II.    Tipe dan Jenis Strategi

Strategi pada manajemen strategis pada umumnya dikelompokkan dalam 4 tipe strategi yaitu strategi integrasi, strategi intesif, strategi diversifikasi, dan strategi defensif (David, 2004, p.15). Penjelasan mengenai masing-masing tipe strategi adalah sebagai berikut:

II.1.  Strategi Integrasi

Strategi Integrasi merupakan strategi yang menghendaki perusahaan untuk melakukan pengendalian/penguasaan yang lebih atas pemasok, perusahaan sejenis/pesaing dan distributor. Salah satu contoh yang termasuk ke dalam Strategi Integrasi adalah Joint Venture (Ma’ruf, 2010). Strategi Integrasi dibagi menjadi 4 jenis yaitu:

a.  Integrasi Maju (Forward Integration)

Melakukan aliansi strategis dengan perusahaan penyalur (distributor) untuk memperkuat daya saingnya di pasar global, dengan cara menggerakkan pemasaran produk yang dapat mengendalikan bisnis penyalur (distributor).

b.  Integrasi Mundur (Backward Integration)

Melakukan aliansi strategis dengan pemasok bahan baku & komponen utama yang bertujuan untuk meningkatkan pengendalian pemasok. Hal ini diperlukan untuk menjaga kelancaran supply material pokok dan mendapatkan harga yang bersaing.

c.  Integrasi Horizontal (Horizontal Integration)

Melakukan aliansi strategis dengan perusahaan sejenis atau pemilik modal untuk memanfaatkan peluang pasar dan memperkuat daya saingnya di pasar global, Hal ini bertujuan untuk dapat mengendalikan para pesaingnya.

d.  Joint Venture

Kerja sama antar perusahaan dalam membentuk perusahaan baru yang dioperasikan bersama.

II.2.  Strategi Intensif

Strategi Intensif merupakan strategi yang memerlukan usaha intensif untuk meningkatkan posisi kompetitif perusahaan. Menurut Ma’ruf (2010), Strategi Intesif dibagi menjadi 3 jenis yaitu:

a.  Pengembangan Pasar (Market Development)

Strategi ini berorientasi pada upaya meraih peluang pasar dengan memperkenalkan produk atau jasa pada lingkungan pasar yang baru sehingga mampu memberikan pendapatan dan perolehan laba yang optimal.

b.  Penetrasi Pasar (Market Penetration)

Strategi ini dipakai untuk meningkatkan pangsa pasar terhadap produk atau jasa unggulan pada pasar yang dimiliki, melalui pemasaran yang lebih agresif yang mampu memberikan skala ekonomi jangka panjang dan profit margin yang optimal.

c.  Pengembangan Produk (Product Development)

Meningkatkan penjualan melalui pengembangan produk atau jasa yang sudah ada atau baru. Inovasi pada produk atau jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar dan mampu memberikan diferensiasi dan nilai tambah kepada pelanggan namun masih sesuai dengan kompetensi inti.

II.3.  Strategi Diversifikasi

Strategi Diversifikasi merupakan strategi yang berpandangan bahwa perusahaan seharusnya tidak tergantung pada satu jenis usaha saja. Strategi Diversifikasi dibagi menjadi 3 jenis yaitu:

a.  Diversifikasi Konsentris (Concentric Diversification)

Pengembangan usaha diversifikasi produk yang masih berkaitan dengan kompetensi inti perusahaan.

b.  Diversifikasi Horisontal (Horizontal Diversification)

Pengembangan usaha diversifikasi produk yang tidak berkaitan dengan kompetensi inti perusahaan untuk dipasarkan pada pelanggan lama.

c.   Diversifikasi Konglomerat (Conglomerate Diversification)

Pengembangan usaha diversifikasi produk yang tidak berkaitan dengan kompetensi inti perusahaan.

II.4.  Strategi Defensif

Strategi Defensif merupakan strategi yang digunakan untuk mempertahankan eksistensi perusahaan dari semakin ketatnya persaingan bisnis. Strategi Defensif dibagi menjadi 4 yaitu:

a.  Pengurangan Biaya/Saving Cost (Retrenchment)

Pengelompokan ulang kegiatan usaha atau berbalik haluan melalui pengurangan biaya dan aset untuk mengendalikan penurunan pendapatan dan laba yang berorientasi pada efesiensi operasi perusahaan.

b.  Divestasi (Divestment)

Pelepasan aset guna mendapatkan dana untuk melakukan strategi akuisisi atau melakukan investasi baru yang lebih menguntungkan.

c.  Likuidasi (Liquidation)

Penjualan seluruh aset perusahaan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

d.  Merger

Penggabungan perusahaan yang relatif sekelas menjadi satu perusahaan untuk tujuan tertentu.

Sumber:

  1. David, F.R. (2006). Strategic Management: Manajemen Strategis konsep 10. Jakarta: Salemba Empat.
  2. Hunger, J. David. & Wheelen, Thomas L (1996). Strategic Management (5th Edition). Addison-Wesley Publishing Company.
  3. Hunger, J. David & Wheelen, Thomas L (2008). Strategic Management Business Policy, 11th New Jersey: Pearson Internasional Edition.
  4. Ma’ruf, B. (2010). Analisis Daya Saing Industri Galangan Kapal dengan Menggunakan Model Yardstrat. Seminar Nasional Manajemen Teknologi. Surabaya: MMT-ITS.
  5. Wahyudi, A.S. (1996). Manajemen Strategik: Pengantar Proses Berpikir Strategik. Jakarta: Binarupa Askara.
GILANG PRAKASA
Manager Pengembangan Bisnis Perkapalan

    Comments are closed.

    0 %