Manajemen Strategi & Kapabilitas bisnisSharing Center

Balance Scorecard (BSC): Metode Efektif Dalam Pengelolaan Kinerja Perusahaan

Sharing kali ini kita akan membahas salah satu tool penting yang mungkin sudah digunakan oleh sebagian besar perusahaan di dunia dalam kaitannya dengan pengukuran kinerja perusahaan, yaitu Balance Scorecard (BSC). Mungkin sudah banyak konsep dan perspektif yang berbeda seiring dengan berkembangnya metode ini. Oleh karena itu, pembahasan kali ini merupakan pembahasan secara umum dan dirangkum dari beberapa sumber.

Apa Itu Balanced Scorecard?

Dalam menghadapi persaingan global, suatu perusahaan memerlukan strategi yang tepat sasaran dalam menunjang rencana kerja yang telah ditetapkan oleh manajemen.  Untuk mengetahui sejauh mana suatu strategi yang telah dicanangkan tersebut berjalan dengan baik, maka diperlukan suatu sistem atau metode untuk dapat mengukur kinerja dari perusahaan tersebut. Penilaian kinerja tersebut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas dari strategi dan penerapannya dalam kurun waktu tertentu. Penilaian kinerja juga dapat digunakan untuk mendeteksi kelemahan atau kekurangan yang terdapat dalam perusahaan, sehingga dapat dilakukan usaha preventif maupun perbaikan dimasa mendatang.  Salah satu metode yang cukup terkenal dalam pengukuran kinerja perusahaan adalah Balanced Scorecard (BSC).

Menurut Kaplan dan Norton (1992) dalam jurnal yang diterbitkan oleh Harvard Business Review, Balanced Scorecard (BSC) terdiri dari dua kata yaitu balanced dan scorecard. Balanced yaitu untuk menunjukkan bahwa kinerja karyawan diukur secara seimbang sedangkan scorecard adalah kartu yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja seseorang yang nantinya digunakan untuk membandingkan dengan hasil kinerja yang sesungguhnya. Sehingga, pengertian BSC adalah suatu metode yang digunakan untuk mengukur kinerja dan melihat pencapaian target sebuah organisasi dilihat dari perspektif yang ada.

Fungsi Balanced Scorecard

Selain untuk mengetahui dari efektifitas kinerja dari suatu strategi, beberapa fungsi lain dari penerapan BSC adalah sebagai berikut:

  • Sebagai alat ukur perusahaan apakah visi dan misi yang dianut telah tercapai
  • Sebagai alat ukur keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan
  • Memberikan gambaran kepada perusahaan terkait SWOT yang dimiliki
  • Sebagai alat key performance indicator perusahaan
  • Sebagai feedback terhadap shareholder perusahaan
  • Sebagai alat komunikasi, informasi, dan sistem analisis pembelajaran perusahaan

BSC bisa dikatakan adalah sebagai alat ukur yang paling sederhana dalam perusahaan sehingga memiliki beberapa kelemahan seperti keterbatasan informasi yang disajikan serta kekuranghandalan terkait akurasi yang diberikan.

Perspektif dalam Balanced Scorecard

Meskipun terdapat beberapa kelemahan dalam penerapannya, perusahaan tetap harus memiliki acuan pengukuran seperti BSC, karena terdapat empat perspektif utama yang menjadi poin penting dalam bisnis. Adapun empat prespektif BSC adalah sebagai berikut:

  1. Perspektif Keuangan

Pengukuran kinerja keuangan menunjukan apakah perencanaan, implementasi dan pelaksanaan serta strategi memberikan perbaikan atau tidak bagi peningkatan keuntungan perusahaan. Perbaikan-perbaikan tersebut tercermin dalam sasaran yang berhubungan dengan keuntungan yang nilainya terukur, pertumbuhan bisnis, serta nilai pemegang saham. Adapun beberapa contoh ukuran kinerja dari perspektif keuangan seperti return on investment (ROI), return on asset (ROA), laba bersih, penjualan bersih (net sales) dan lain-lain.

  1. Perspektif Pelanggan

Dalam perspektif pelanggan, perusahaan perlu terlebih dahulu menentukan segmen pasar dan pelanggan yang menjadi target. Kemudian ditentukan alat ukur yang terbaik untuk mengukur kinerja dari tiap unit operasi dalam upaya mencapai target finansial. Adapun beberapa contoh ukuran kinerja dari perspektif pelanggan seperti hasil survey pelanggan, jumlah pelanggan baru, waktu respon menjawab pertanyaan, jumlah pelanggan yang complain dan lain-lain.

  1. Perspektif Proses Bisnis Internal

Perspektif proses bisnis internal menampilkan proses kritis yang memungkinkan unit bisnis untuk memberi value proposition yang mampu menarik dan mempertahankan pelanggannya di segmen pasar yang diinginkan dan memuaskan para pemegang saham. Dalam perspektif ini, perusahaan berfokus pada tiga proses bisnis utama, yaitu inovasi (penciptaan nilai tambah (value added) bagi pelanggan), operasi (efisiensi proses, konsistensi, dan ketepatan waktu barang dan jasa yang diberikan kepada customer) dan purna jual/after sales (memberikan manfaat tambahan terhadap para pelanggan yang telah menggunakan produk).

  1. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

Perspektif ini menyediakan infrastruktur bagi tercapainya ketiga perspektif sebelumnya serta untuk menghasilkan pertumbuhan dan perbaikan jangka panjang. Suatu perusahaan perlu untuk melakukan investasi tidak hanya pada peralatan untuk menghasilkan produk atau jasa, tetapi juga melakukan investasi pada infrastruktur, yaitu: sumber daya manusia, sistem dan prosedur. Adapun beberapa contoh ukuran kinerja dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan seperti kemampuan karyawan, kemampuan sistem informasi dan motivasi, pemberian wewenang, dan pembatasan wewenang karyawan.

Proses Penerapan Balanced Scorecard

Proses implementasi BSC dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Mendefinisikan Tujuan, Sasaran, Strategi, Dan Program Organisasi
  2. Merumuskan Framework Pengukuran Setiap Jenjang Manajerial
  3. Mengintegrasikan Pengukuran ke Dalam Sistem Manajemen
  4. Monitoring Sistem Pengukuran Kinerja

BSC dapat diterapkan pada seluruh organisasi maupun perusahaan. Dengan penerapan yang tepat, metode BSC sangat membantu memastikan bahwa perusahaan berjalan sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan.

Referensi:

  1. Mariza, Ita. 2003. Pengukuran Kinerja Dengan Balanced Scorecard. Journal The WINNERS, Vol. 4 No. 2, Hal: 127-137
  2. https://www.jurnal.id/id/blog/balanced-scorecard/
  3. https://cpssoft.com/blog/bisnis/pengertian-balanced-scorecard/
  4. https://surabaya.proxsisgroup.com/balance-scorecard-di-organisasi-sektor-publik/
  5. https://www.harmony.co.id/blog/apa-itu-balanced-scorecard-simak-pengertian-dan-penerapannya
GILANG PRAKASA
Manager Pengembangan Bisnis Perkapalan

    Comments are closed.

    0 %