Metode Penyusunan Anggaran
Anggaran adalah rencana kerja yang disusun secara tertulis, kuantitatif, formal dan sistematis mengenai perkiraan kegiatan atau program kerja, pendapatan-biaya-investasi dalam satuan moneter (uang) dan disusun untuk jangka waktu tertentu (bulanan, triwulanan, semesteran, tahunan, dan/atau per lima tahunan). Anggaran juga digunakan sebagai alat perbandingan dalam mengukur hasil pelaksanaan kegiatan, sehingga proses pelaksanaan terkendali. Anggaran memperlihatkan bagaimana sumberdaya yang diharapkan akan diperoleh dan dipakai selama periode waktu tertentu. Anggaran memiliki dua peran penting di dalam sebuah perusahaan, yaitu berperan sebagai alat perencanaan dan berperan sebagai alat pengendalian.
Berikut definisi anggaran dari beberapa sumber, Menurut Nafarin (2013), “Anggaran adalah rencana tertulis mengenai kegiatan suatu perusahaan yang dinyatakan secara kuantitatif untuk jangka waktu tertentu dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang.” Sedangkan menurut Arikunto (2010), “Anggaran adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam unit kesatuan moneter yang berlaku untuk jangka waktu periode tertentu yang akan datang.” Menurut Bastian (2010), “Anggaran merupakan kumpulan pernyataan mengenai perkiraan atas penerimaan dan pengeluaran yang diharapkan akan terjadi dalam satu atau beberapa periode mendatang.”
Anggaran menstimulasi pimpinan perusahaan untuk mengembangkan perusahaan secara menyeluruh, mengantisipasi masalah (mitigasi), dan mengembangkan kebijakan untuk masa depan perusahaan.
Menurut Mardiasmo (2009), terdapat beberapa manfaat anggaran, yaitu
- Planning Tool; untuk merencanakan tindakan apa yang akan dilakukan dari apa yang dibelanjakan perusahaan.
- Control Tool; untuk menghindari adanya pengeluaran yang terlalu besar dan/atau penggunaan dana yang tidak semestinya, serta pengeluaran pada bidang yang bukan prioritas.
- Fiscal Tool; untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga dapat dilakukan prediksi dan estimasi ekonomi makro.
- Coordination and Communication Tool; untuk mendeteksi inkonsistensi suatu unit kerja dalam pencapaian tujuan perusahaan dan anggaran harus dipahami oleh seluruh bagian lini perusahaan.
- Performance Measurement Tool; untuk penilaian kinerja eksekutif berdasarkan pencapaian target dan efisiensi anggaran.
- Motivation Tool; untuk memotivasi pimpinan dan staff secara ekonomis, efektif, dan efisien dalam mencapai target dan tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.
Jenis-Jenis Anggaran
- Anggaran Operasional mencakup semua kegiatan utama, penunjang, maupun sampingan perusahaan dalam memperoleh pendapatan di dalam suatu periode tertentu.
- Anggaran Pendapatan; disusun berdasarkan jenis produk, wilayah operasi, kelompok unit kerja. Di dalam setiap sub-anggaran terdapat proyeksi di setiap kondisi yang bisa saja terjadi baik yang terprediksi maupun sulit diprediksi (di luar kendali manajemen).
- Anggaran Biaya; disusun berdasarkan jenis biaya yang dikeluarkan. Di dalam sub-anggaran ini, dibedakan menjadi anggaran biaya terukur (untuk mengukur capaian efisiensi biaya dari yang telah dianggarkan) dan anggaran biaya diskresioner (untuk mengukur capaian tanggungjawab dalam membelanjakan biaya yang telah dianggarkan).
- Anggaran Laba; disusun atas perhitungan dari anggaran pendapatan dan anggaran biaya di atas yang menyajikan rekapitulasi (summary) secara umum.
- Anggaran Keuangan berkaitan dengan rencana pendukung aktivitas operasi perusahaan merupakan pendukung upaya perusahaan untuk menghasilkan pendapatan dan meningkatkan produktivitas perusahaan.
- Anggaran Investasi; adalah rencana perusahaan untuk pengadaan barang modal atau alat produksi yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas usaha di masa mendatang dalam jangka panjang.
- Anggaran Kas; adalah rencana aktivitas penerimaan kas dan pengeluaran kas perusahaan, serta penjelasan sumber-sumber penerimaan (cash-in) dan pengeluaran (cash-out).
- Proyeksi Neraca; adalah target posisi keuangan yang diinginkan perusahaan, mencakup jumlah aset, liabilitas, dan ekuitas.
Langkah Penyusunan Anggaran
Top Down; metode penyusunan anggaran yang diinisiasi dan/atau ditetapkan sendiri oleh pimpinan perusahaan dan anggaran ini yang akan dilaksanakan tanpa adanya keterlibatan middle and low management dalam penyusunannya. Metode ini digunakan apabila middle and low management dianggap tidak mampu menyusun anggaran, atau tidak memiliki cukup keahlian untuk menyusun anggaran.
Bottom Up; metode penyusunan anggaran berdasarkan hasil analisa dan usulan middle and low management dan selanjutnya disetujui oleh top management dalam pengambilan keputusannya.
Mix Method; metode campuran dari kedua metode di atas, penyusunan anggaran dimulai dari top management dengan memberikan arahan-arahan khusus dan selanjutnya diserahkan untuk dilengkapi dan dilanjutkan oleh middle and low management.
Menurut Nafarin (2013), prosedur atau langkah-langkah penyusunan anggaran dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu
- Penentuan Pedoman Perencanaan, yaitu tahap yang menentukan anggaran yang akan dibuat pada tahun yang akan datang, anggaran disiapkan beberapa bulan sebelum tahun anggaran sebelumnya dimulai. Dengan demikian anggaran yang dibuat dapat digunakan pada awal tahun anggaran.
- Persiapan anggaran, yaitu tahapan dimana manajer perusahaan terlebih dahulu menyusun ramalan penjualan (forecast sale) sebelum menyusun anggaran penjualan perusahaan. Setelah tahap tersebut selesai manajer keuangan untuk menyusun anggaran lainnya.
- Penentuan anggaran, yaitu tahapan diadakannya rapat dari semua manajer beserta direksi, dengan menteri rapat berupa perundingan mengenai penyusunan rencana akhir. Setiap komponen anggaran serta pengesahan dan pendiskusian anggaran.
- Pelaksanaan anggaran, yaitu tahapan dilaksanakannya anggaran oleh semua unit kerja yang ada di dalam perusahaan. Untuk kepentingan pengawasan setiap manajer membuat laporan realisasi anggaran. Setelah dianalisis anggaran disampaikan pada pimpinan perusahaan.
Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsimi. 2010. Anggaran Perusahaan. Jakarta: Rineka Cipta.
Bastian, Indra. 2010. Akuntansi Sektor Publik Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga.
Mardiasmo. 2009. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi.
Nafarin, M. 2013. Penganggaran Perusahaan. Jakarta : Salemba Empat.