FRAUD RISK MANAGEMENT
1. PENDAHULUAN
a. Latar Belakang Mengikuti Pembelajaran/Pelatihan
PT PELNI (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang harus menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan penguatan pengendalian internal yang pada akhirnya diharapkan dapat mencegah dan mendeteksi potensi penyimpangan yang dapat mengakibatkan kerugian secara keuangan maupun reputasi perusahaan.
Salah satu hal yang dapat mengakibatkan kerugian perusahaan yaitu adanya fraud (kecurangan), untuk itu diperlukan adanya kompetensi untuk adanya manajemen risiko kecurangan (Fraud Risk Management). Hal ini penting terutama untuk Satuan Pengawasan Intern sebagai lini ketiga pada PT PELNI (Persero).
b. Tujuan dari Pelatihan atau Pembelajaran
Pelatihan Fraud Risk Management ini bertujuan agar peserta dapat memahami terkait:
- Komponen-komponen Fraud Risk Governance.
- Identifikasi dan menilai risiko kecurangan (Fraud Risk Assesment).
- Pencegahan kecurangan (Fraud Prevention).
- Deteksi Fraud (Kecurangan).
- Langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan Fraud Investigation.
- Penentuan tindakan perbaikan dalam rangka meminimalisir Fraud Risk.
Â
c. Manfaat yang Diharapkan dari Kegiatan
Manfaat yang diharapkan diperoleh dari kegiatan pelatihan ini yaitu penerapan Fraud Risk Management agar dapat diterapkan dalam pelaksanaan proses audit maupun dalam proses advisory.
2. MATERI YANG DIPELAJARI
a. Ringkasan Materi Inti yang Disampaikan Selama Pembelajaran
Fraud Risk Management merupakan proses mengidentifikasi, memahami, dan menanggapi risiko kecurangan dalam suatu perusahaan, yang mencakup pembuatan program untuk mendeteksi, menghentikan, dan/atau mencegah kecurangan internal dan eksternal pada perusahaan.
Selain itu, selama pembelajaran dapat diuraikan ringkasan materi inti yaitu bahwa sebelumnya yang harus dipelajari yaitu terkait Governansi Terhadap Risiko Fraud (Fraud Risk Governance), untuk selanjutnya dilakukan asesmen atas risiko kecurangan sehingga dapat dilakukan upaya preventif terkait kecurangan. Selanjutnya, dijelaskan terkait deteksi kecurangan dimana dapat dilakukan dengan cek pengendalian intern dan tata kelola, cek kejanggalan pada dokumen, catatan, dan laporan, kejanggalan perilaku, dan anomali finansial. Selain itu, juga harus dilakukan Investigasi atas kecurangan dan Corrective Action yanng merupakan langkah-langkah yang diambil oleh organisasi setelah terdeteksi adanya kecurangan dengan tujuan untuk menghentikan fraud yang sedang berlangsung, mengurangi kerugian tambahan, dan mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
b. Uraian Singkat Poin-Poin Utama Dari Pelatihan
- Governansi Terhadap Risiko Fraud (Fraud Risk Governance)
- Fraud Risk Assessment dan Fraud Prevention
- Fraud Detection
- Fraud Investigation dan Corrective Action
Â
c. Contoh Penerapan Dari Materi Yang Dipelajari
Contoh penerapan dari materi yang dipelajari yaitu:
Dalam melakukan deteksi kecurangan, maka hal-hal yang harus dilakukan yaitu cek pengendalian intern dan tata kelola, cek kejanggalan pada dokumen, catatan, dan laporan. Selain itu juga dapat dilakukan dengan melihat apakah ada kejanggalan pada perilaku serta dapat dilihat dari adanya anomali finansial.
d. Gambaran Umum Mengenai Hal-Hal Penting Yang Diperoleh
Gambaran umum terkait hal-hal penting yang diperoleh yaitu terkait adanya Corrective Action yang dapat dilakukan disampaikan dalam bagan di bawah ini:
Selain itu, hal yang tidak kalah penting yaitu adanya hal-hal yang dapat dilakukan untuk membuat jera pelaku yang melakukan perbuatan fraud, yang disajikan dalam bagan di bawah ini:
 Â
3. PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT
a. Nilai Atau Pelajaran Penting yang Diperoleh
Nilai atau pelajaran penting yang diperoleh yaitu adanya peningkatan kesadaran terhadap adanya risiko kecurangan, pemahaman terstruktur terkait siklus manajemen risiko kecurangan, analisis pola dan indikator adanya kecurangan.
b. Perubahan Pola Pikir Atau Pengetahuan Baru Yang Bermanfaat
Perubahan pola pikir atau pengetahuan baru yang bermanfaat yaitu bahwa harus adanya integrasi antara SPI, Manajemen Risiko, dan Kepatuhan dalam rangka memberantas adanya kecurangan pada PT PELNI (Persero).
c. Keterampilan Tambahan yang Bisa Mendukung Pekerjaan
Keterampilan dalam mengintegrasikan hasil fraud risk assessment dalam rencana audit berbasis risiko serta memberikan advisory dan awareness training terkait kecurangan.
4. IMPLEMENTASI DALAM PEKERJAAN
a. Rencana Atau Langkah Konkret yang Bisa Diterapkan Dalam Pekerjaan Sehari-Hari.
Rencana atau langkah kongkret yang akan diterapkan dalam pekerjaan yaitu penerapan risk based audit yang lebih tepat dalam penyusunan perencanaan audit. Untuk saat ini Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) untuk tahun 2026 yang saat ini masih sirkulir, sehingga akan diberikan masukan agar penerapan Risk Based Audit yang lebih tepat.
b. Contoh Penerapan Nyata Di Unit/Divisi Anda
Perencanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan Audit yang berbasis Risk Based Audit, yaitu pada saat merencanakan pemeriksaan akun/transaksi/kegiatan yang memiliki risiko tinggi terkait kecurangan. Begitu pula dalam proses pelaksanaan dan pelaporan yang berbasis risiko.
c. Potensi Manfaat Bagi Perusahaan
Potensi manfaat bagi perusahaan yaitu adanya penguatan tata kelola dan budaya integritas, peningkatan efektivitas Sistem Pengendalian Internal, Penerapan pendekatan Risk Based dalam Audit dan Manajemen Risiko, Perlindungan terhadap Aset dan Reputasi Perusahaan, dan Peningkatan Kapabilitas Sumber Daya SPI dan fungsi pengawasan.
Â
5. PENUTUP (KESIMPULAN)
a. Ringkasan singkat dari artikel
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pelatihan Fraud Risk Management ini sangatlah diperlukan dan bermanfaat untuk meningkatkan kapabilitas dari auditor. Beberapa manfaat yang diperoleh, yaitu terdapat nilai atau pelajaran penting yang diperoleh, adanya perubahan pola pikir atau pengetahuan baru yang bermanfaat, dan keterampilan tambahan yang Bisa Mendukung Pekerjaan
b. Pesan utama atau key takeaway
Pesan utama atau key takeaway yang dapat disimpulkan yaitu pertama bahwa pencegahan kecurangan lebih efektif dibandingkan penindakan, kedua diperlukan integrasi FRM ke dalam manajemen risiko dan audit, dan ketiga budaya integritas sangatlah penting terutama dari tone at the top.
Â
bagus
Idbighoki, heard you have some good deals. I’m logging in now, excited to see what you’ve got. Hopefully it’s not a disappointment. idbighoki
UG7777, another one enters the arena! I’m spinning the reels tonight. Make sure those slots are hot and ready to pay! ug7777
PPPviplogin, logging in like a boss! Hoping for that VIP treatment and some sweet, sweet rewards. Let’s see what this VIP experience is all about. pppviplogin