Sharing Center

Implementasi Dashboard Interaktif dan Analisis Data untuk Operasional Kapal Penumpang

Oleh: Dwiki Febrianto
Divisi Operasi Angkutan Penumpang
PT PELNI (Persero)

Pendahuluan

Kegiatan operasional kapal penumpang menghasilkan berbagai data seperti emplooi, realisasi operasional kapal, On Time Performance, jumlah penumpang, laporan deviasi atau omisi dan kendala operasional. Namun, ketersediaan data dalam jumlah besar belum tentu langsung menghasilkan informasi yang bermanfaat. Data dapat berasal dari beberapa sumber, memiliki format yang berbeda, atau diperbarui pada waktu yang tidak sama. Tanpa proses pemeriksaan dan pengolahan yang tepat, data akan sulit digunakan untuk melihat tren, maupun menyusun evaluasi yang dapat ditindaklanjuti. Data tersebut perlu dikelola secara akurat agar dapat digunakan untuk memantau kinerja, menyusun evaluasi, dan mendukung perencanaan kegiatan berikutnya.

Sebagai Staf Analisa dan Evaluasi Operasional Kapal Penumpang, saya membutuhkan kemampuan untuk mengolah data menjadi informasi yang efektif dan mudah dipahami. Kebutuhan inilah yang melatarbelakangi keikutsertaan saya dalam Program Data Analyst Bootcamp Level 1 Tahun 2026.

Melalui pelatihan tersebut, saya berharap dapat meningkatkan kualitas pengolahan data, mempercepat proses monitoring, dan menyajikan hasil evaluasi secara lebih terstruktur dan komprehensif. Kompetensi ini juga diharapkan dapat mendukung pekerjaan saya di Divisi Operasi Angkutan Penumpang, dalam menyiapkan rencana dan evaluasi kegiatan khususnya pada operasional kapal penumpang.

Materi yang Dipelajari selama Pelatihan

Di dalam pelatihan, kami membahas proses analisis data secara menyeluruh, mulai dari memahami kebutuhan, menyiapkan dan menganalisis data, hingga menyampaikan hasil evaluasi. Materi diberikan melalui pembelajaran konsep, praktik, dan studi kasus.

Pada tahap pertama, yaitu penggunaan Microsoft Excel dimana untuk menyusun, membersihkan, memvalidasi, dan menganalisis data. Fitur seperti formula, cleaning data, lookup, dan pivot table membantu mengolah data secara lebih cepat. Materi ini menegaskan bahwa hasil analisis yang baik harus didukung oleh data yang lengkap, akurat, dan konsisten.

Selanjutnya materi visualisasi data dan data storytelling mengajarkan cara menyampaikan informasi melalui grafik dan narasi yang tepat. Visualisasi harus membantu pembaca melihat tren, perbandingan, dan penyimpangan. Karena itu, grafik perlu disertai keterangan yang jelas agar pembaca dapat memahami isi utama dan hal yang perlu ditindaklanjuti.

Melalui Microsoft Power BI, peserta mempelajari penyusunan dashboard interaktif. Beberapa indikator dapat ditampilkan dalam satu halaman dan ditelusuri berdasarkan periode atau kategori tertentu. Pendekatan ini berpotensi mempermudah monitoring karena informasi dapat dibaca secara lebih ringkas dan terstruktur.

Tidak hanya itu, di dalam Pelatihan juga membahas terkait Artificial Intelligence sebagai alat bantu analisis. AI dapat membantu menyusun ide, formula, kerangka laporan, atau ringkasan awal. Namun, hasilnya tetap harus diverifikasi oleh user dan disesuaikan dengan kondisi pekerjaan yang dibutuhkan. Penggunaannya juga wajib memperhatikan keamanan serta kerahasiaan data perusahaan.

Secara keseluruhan, proses analisis data dimulai dari memahami permasalahan, memeriksa dan membersihkan data, melakukan analisis, menyusun visualisasi, menyampaikan temuan, serta menentukan tindak lanjut.

Pembelajaran yang Didapat

Pelatihan ini mengubah cara pandang saya terhadap data. Analisis bukan sekadar menghitung dan menyusun laporan, tetapi proses untuk menjawab pertanyaan pekerjaan secara objektif. Pertanyaan yang jelas akan membantu menentukan data yang dibutuhkan dan metode analisis yang sesuai.

Dalam pekerjaan operasional kapal penumpang, analisis dapat diarahkan untuk melihat perbandingan antara rencana dan realisasi, membaca tren berdasarkan periode, serta menemukan deviasi, omisi, atau kendala yang memerlukan perhatian. Namun, angka tetap harus dipahami bersama konteks operasional agar kesimpulan yang dihasilkan tidak keliru.

Saya juga memahami bahwa grafik dan dashboard hanyalah sarana untuk menyampaikan informasi. Nilai utama dari analisis terletak pada kemampuan untuk menemukan informasi yang relevan, menjelaskan maknanya, dan membantu unit terkait menentukan langkah evaluasi.

Kompetensi tersebut dapat mendukung monitoring On Time Performance, emplooi, realisasi operasional, jumlah penumpang, tingkat keterisian, dan kendala operasional apabila datanya tersedia serta telah tervalidasi. Data periode sebelumnya juga dapat digunakan sebagai bahan analisis dalam penyusunan rencana kegiatan peak season.

Implementasi dalam Pekerjaan

Sebagai final project pelatihan, saya mengembangkan Dashboard Monitoring Nataru–Peak Season menggunakan Microsoft Power BI. Dashboard interaktif ini menyajikan data operasional kapal penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru secara ringkas, terstruktur, dan mudah dipahami.

Melalui dashboard tersebut, pengguna dapat melihat pola perjalanan, pelabuhan dengan aktivitas tertinggi, serta kendala yang terjadi selama kegiatan Nataru. Informasi ini membantu proses monitoring, perbandingan antara rencana dan realisasi, serta evaluasi pelaksanaan rute kapal penumpang.

Bagi saya sebagai Staf Analisis dan Evaluasi Operasional Kapal Penumpang, pengembangan dashboard ini menjadi penerapan langsung dari materi pengolahan data, visualisasi, dan data storytelling. Dashboard membantu menyederhanakan penyajian data sehingga informasi yang perlu mendapat perhatian dapat dikenali dengan lebih cepat. Hasilnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan penyusunan rekomendasi bersama unit terkait.

Kedepannya, pendekatan yang digunakan pada Dashboard Monitoring Nataru–Peak Season dapat dikembangkan untuk mendukung monitoring pada periode peak season lainnya, seperti Angkutan Lebaran Idulfitri. Pengembangannya perlu disesuaikan dengan karakteristik kegiatan, kebutuhan indikator, ketersediaan data, dan hasil evaluasi dari masing-masing periode. Upaya tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap transformasi digital PT PELNI (Persero) menuju pengelolaan operasional kapal penumpang yang semakin adaptif, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.

Penutup

Program Data Analyst Bootcamp Level 1 Tahun 2026 memberikan pemahaman mengenai pengolahan data menggunakan Excel, penyusunan visualisasi dan data storytelling, pengembangan dashboard Power BI, serta pemanfaatan AI secara bertanggung jawab.

Bagi saya sebagai Staf Analisa dan Evaluasi Operasional Kapal Penumpang, kompetensi tersebut relevan untuk meningkatkan kualitas monitoring, evaluasi, dan penyajian laporan. Penerapannya akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari penataan data, penyamaan indikator, dan penyusunan informasi yang lebih ringkas serta mudah dipahami.

Melalui kegiatan Sharing Knowledge ini, saya berharap pembelajaran yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi rekan kerja di Divisi Operasi Angkutan Penumpang dan lainnya. Kebiasaan menjaga kualitas data dan melakukan analisis secara objektif diharapkan dapat mendukung efektivitas operasional serta peningkatan kualitas pelayanan PT PELNI (Persero).

DWIKI FEBRIANTO
Staff Pengelolaan Operasi Kapal Perintis

    Leave a reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    0 %