🚢 Intensif Sharing Knowledge KM Sabuk Nusantara 112: Penguatan Budaya Keselamatan Melalui dan Pelatihan Mandiri
Dalam rangka memperkuat budaya keselamatan serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia secara berkelanjutan, KM Sabuk Nusantara 112 secara berkala dan konsisten melaksanakan kegiatan sharing knowledge dan pelatihan mandiri bagi seluruh kru kapal sebagai wujud komitmen perusahaan dalam memastikan setiap insan pelayaran memiliki pemahaman yang komprehensif. KM Sabuk Nusantara 112 juga rutin menyampaikan perihal terebut kepada manajemen, sehingga patut mendapatkan apresiasi atas inisiatif dan konsistensinya dalam menjaga standar keselamatan, sekaligus diharapkan dapat menjadi best practice yang menjadi contoh yang baik oleh seluruh Insan PT PELNI (Persero).
PT PELNI (Persero) terus berkomitmen memperkuat budaya keselamatan (safety culture) di seluruh lini operasional, termasuk pada armada kapal perintis. Salah satu implementasi nyata komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan Sharing Knowledge yang diselenggarakan di atas kapal KM Sabuk Nusantara 112 sebagai bagian dari inisiatif sharing knowledge dan pelatihan mandiri awak kapal.Â

Latar Belakang Kegiatan Sharing Knowledge
Dalam dinamika operasional kapal, keselamatan bukan hanya prosedur administratif, tetapi budaya kerja yang harus dipahami, diinternalisasi, dan dijalankan secara konsisten oleh seluruh awak kapal. Berangkat dari kebutuhan tersebut, manajemen kapal KM Sabuk Nusantara 112 memulai inisiatifnya secara mandiri melalui pelaksanaan kegiatan Safety Meeting yang dikemas sebagai forum berbagi pengetahuan dan penguatan kompetensi secara mandiri.
Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran internal yang memungkinkan setiap perwira dan awak kapal untuk saling bertukar pengalaman lapangan, membahas potensi risiko operasional, serta menyelaraskan pemahaman terhadap standar keselamatan pelayaran yang berlaku.
Pelaksanaan Sharing Knowledge ini memiliki beberapa tujuan strategis, antara lain:
- Optimalisasi Safety Drill
Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran para kru kapal terkait kesiapsiagaan dan prosedur tanggap darurat saat berlayar. Pemaparan ini mencakup penjelasan skenario bahaya, rute evakuasi, serta penegasan pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing personel.Â
Melalui pemahaman program kerja ini, diharapkan respons seluruh kru terhadap situasi kritis di atas kapal dapat berjalan dengan cepat, terkoordinasi, dan meminimalisir risiko insiden yang lebih besar.
- Alat Keselamatan di Kapal
Sesi ini berfokus pada penyelarasan pemahaman terkait standar dan regulasi maritim internasional, seperti aturan keselamatan nyawa di laut (SOLAS), pencegahan pencemaran lingkungan maritim (MARPOL), maupun standar pelatihan (STCW). Pembahasan ini bertujuan untuk memastikan seluruh operasional dan kompetensi personel senantiasa patuh pada regulasi global terkini, sehingga keamanan pelayaran terjamin dan risiko pelanggaran operasional dapat dihindari.
- Praktik dan Sharing Penggunaan APAR
Kegiatan ini merupakan sesi simulasi langsung yang membekali peserta dengan keterampilan teknis dan taktis dalam memadamkan api skala kecil secara aman. Selain demonstrasi penggunaan alat (seperti teknik dasar Pull, Aim, Squeeze, Sweep), sesi ini memfasilitasi diskusi interaktif antara peserta mengenai cara mengidentifikasi klasifikasi sumber api, pemilihan media APAR yang tepat, serta langkah-langkah preventif untuk mencegah meluasnya titik api di berbagai area kapal.

Dampak dan Harapan ke Depan
Pelaksanaan sharing knowledge di KM Sabuk Nusantara 112 diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan, meliputi:
- Penguatan Budaya Keselamatan (Safety Culture): Terbentuknya ruang diskusi yang terbuka dan proaktif terkait aspek keselamatan kerja di seluruh elemen perusahaan, terutama bagi kru kapal sebagai garda terdepan.
- Peningkatan Kapasitas Awak Kapal: Meningkatnya kompetensi teknis dan kepercayaan diri kru kapal dalam menjalankan operasional pelayaran maupun saat menangani kondisi krisis/darurat.
- Standardisasi Praktik Unggulan: Terciptanya standar praktik terbaik (best practice) operasional yang teruji, sehingga dapat diadopsi dan direplikasi secara konsisten pada seluruh armada kapal.
- Penguatan Budaya Belajar Mandiri (Continuous Learning): Menstimulasi inisiatif kru kapal untuk secara mandiri dan berkesinambungan mengeksplorasi literatur, pedoman keselamatan, serta memperbarui pengetahuan maritimnya tanpa harus selalu bergantung pada instruksi formal
Ke depan, diharapkan para pegawai laut dapat menjadikan kegiatan ini sebagai referensi dan inspirasi untuk melakukan sharing knowledge secara mandiri di unit kerja masing-masing. Dengan demikian, semangat pembelajaran tidak berhenti pada satu kapal, tetapi berkembang menjadi gerakan kolektif di seluruh armada.
Penutup
Inisiatif yang dilakukan oleh KM Sabuk Nusantara 112 menjadi contoh nyata bahwa penguatan budaya keselamatan dapat dimulai dari internal kapal melalui komitmen bersama dan pembelajaran berkelanjutan.
Sebagai bagian dari PT PELNI (Persero), setiap insan perusahaan memiliki peran penting dalam menjaga reputasi dan kepercayaan publik melalui operasional yang aman, profesional, dan berstandar tinggi.
Semoga praktik baik ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi seluruh unit kerja dalam membangun budaya keselamatan yang kokoh dan berkelanjutan di lingkungan PT PELNI (Persero).
Dokumentasi selengkapnya dapat diakses melalui link berikut ini:
https://bit.ly/DokumentasiKegiatanSharingKnowledgeKMSanus112: 🚢 Intensif Sharing Knowledge KM Sabuk Nusantara 112: Penguatan Budaya Keselamatan Melalui dan Pelatihan Mandiri
Keren,sangat bermanfaat
Semoga kapal-kapal lain dapat melakukan Sharing knowledge agar ABK semakin paham saat mengahadapi keadaan darurat diatas kapal