Pentingnya Memahami Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) dalam Mewujudkan Budaya Mutu, Keselamatan, dan Kepatuhan di PT PELNI (Persero) – Training Awareness SMT dan Internal Audit PT PELNI (Persero)
Dalam menghadapi tantangan industri transportasi laut yang semakin kompleks, PT PELNI (Persero) terus berkomitmen menerapkan Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) sebagai fondasi dalam meningkatkan kinerja perusahaan. SMT mengintegrasikan berbagai standar internasional, seperti ISO 9001 (Manajemen Mutu), ISO 14001 (Manajemen Lingkungan), ISO 45001 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), ISO 37001 (Anti Penyuapan), ISO 37301 (Manajemen Kepatuhan), ISO 27001 (Keamanan Informasi), dan ISO 55001 (Manajemen Aset) ke dalam satu sistem yang saling mendukung.
Berbeda dengan pendekatan lama yang berorientasi pada penyusunan prosedur per departemen, penerapan SMT saat ini berfokus pada proses bisnis perusahaan secara menyeluruh (business process). Melalui pendekatan ini, setiap proses kerja saling terhubung, memiliki penanggung jawab yang jelas, serta diarahkan untuk mencapai sasaran perusahaan secara efektif dan berkelanjutan.
Salah satu prinsip utama dalam SMT adalah perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Sistem yang telah dibangun bukanlah sesuatu yang bersifat tetap, melainkan harus terus dievaluasi dan disempurnakan sesuai perkembangan organisasi, perubahan regulasi, maupun hasil evaluasi dari pelaksanaan pekerjaan. Dengan demikian, sistem mampu memberikan nilai tambah dan mendukung peningkatan kinerja perusahaan secara konsisten.
Selain itu, SMT juga menempatkan manajemen risiko sebagai bagian penting dalam setiap proses bisnis. Organisasi diharapkan mampu mengidentifikasi bahaya, risiko, peluang, serta kewajiban kepatuhan sebelum suatu pekerjaan dilaksanakan. Pendekatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian, kecelakaan kerja, pencemaran lingkungan, pelanggaran kepatuhan, hingga risiko penyuapan, sehingga organisasi lebih bersifat preventif daripada reaktif.
Keberhasilan implementasi SMT tidak hanya bergantung pada sistem yang terdokumentasi, tetapi juga pada kepemimpinan dan komitmen seluruh jajaran manajemen. Manajemen memiliki tanggung jawab untuk menetapkan kebijakan, menyediakan sumber daya, mengintegrasikan sistem ke dalam proses bisnis, serta membangun budaya kepatuhan dan keselamatan di seluruh organisasi. Di sisi lain, setiap pegawai juga memiliki peran penting dalam menjalankan prosedur, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta berpartisipasi aktif dalam proses perbaikan berkelanjutan.
Melalui Training Awareness ISO & Internal Audit, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konsep Sistem Manajemen Terintegrasi, prinsip-prinsip dasar standar ISO, penerapan manajemen risiko, hingga peran audit internal sebagai sarana evaluasi efektivitas sistem. Dengan pemahaman tersebut, setiap insan PELNI diharapkan mampu berkontribusi dalam menciptakan budaya kerja yang mengutamakan mutu, keselamatan, kepatuhan, keamanan informasi, dan perbaikan berkelanjutan, sehingga mendukung terwujudnya kinerja perusahaan yang unggul dan berdaya saing.